Jumat, 21 Februari 2014

Manajemen Dalam Agribisnis


Pada prinsipnya setiap kegiatan yg dilaksankan oleh manusia untuk mencapai suatu tujuan tertentu selalu berupaya agar kegiatan tsb dpt dilaksanakan secara efektif dan efisien. Untuk mencapai hal tersebut kegiatan kerja perlu dilaksanakan secara sistematis & terencana. Di lain pihak, keterbatasan kemampuan manusia dlm melaksanakan kegiatan tsb, maka perlu kerja sama.

Inilah Filosofi mengapa manajemen di butuhkan.
George R Terry : Manajemen adalah proses yg khas, terdiri dari kegiatan perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan, dan pengawasan yg dilaksanakan untuk menentukan serta mencapai sasaran yg telah ditetapkan dgn bantuan manusia dan sumber-sumber daya lain.
Mary Parker Follet : Mnj adalah seni untuk melakukan pekerjaan melalui orang-orang.

Inti Pokok Manajemen
Dari definisi di atas, ada tiga hal pokok dlm manajemen, yaitu sbb.
  1. Ada tujuan yg hendak dicapai.
  2. Tujuan dicapai dengan menggunakan kegiatan orang lain.
  3. Kegiatan tsb harus dibimbing dan di awasi.
  4. Berdasarkan penjelasan tadi, diketahui bahwa Manajemen adalah Ilmu dan seni. Manajemen sebagai ilmu berfungsi menerangkan gejala-gejala, kejadian-kejadian, dan keadaan-keadaan yg ada. Sedangkan manajemen sebagai seni berfungsi mengajarkan kepada kita bagaimana melaksanakan sesuatu hal mencapai tujuan yg nyata-nyata mendatangkan hasil atau manfaat
Fungsi Manajemen
  1. Perencanaan (planning)
  2. Pengorganisasian (organizing)
  3. Pengarahan (directing)
  4. Pengkoordinasian (coordinating)
  5. Pengawasan (controlling)
Perencanaan (Planning)
Di definisikan sbg hasil pemikiran yg mengarah ke masa depan, menyangkut serangkaian tindakan berdasarkan pemahaman yg mendalam terhadap semua faktor yg terlibat & yang diarahkan kpd sasaran khusus.
Adanya Planning memberikan pandangan yg menyeluruh terhadap pekerjaan yg harus dilakukan & dpt menjadi tuntutan bagi pencapaian tujuan organisasi yg telah ditetapkan menjadi efektif dan efisien.
Keunggulan Perencanaan
  1. Mengurangi ketidakpastian di masa yang akan datang.
  2. Selalu menfokuskan perhatian pada tujuan.
  3. Memperoleh tindakan yg terkoordinasi dari berbagai bagian krn adanya tujuan.
  4. Pemanfaatan metode kerja yg kebih efisien dan efektif sehingga mengurangi biaya.
  5. Sebagai pedoman untuk melakukan pengawasan karena perencanaan menghasilkan standar yg dapat dipakai sebagai alat pengukur hasil kerja.
  6. Pendelegasian kekuasaan untuk dapat bertindak lebih lancar, karena adanya prosedur yg telah ditentukan terlebih dahulu.
Perencanaan ditinjau dari bentuknya
  1. Sasaran/tujuan
  2. Strategi
  3. Kebijakan (policy)
  4. Prosedur
  5. Aturan
  6. Program
Perencanaan yg baik harus mampu menjawab 5 W+1 H

  1. Tindakan apa yg harus dilaksanakan (What)
  2. Mengapa hal tersebut dilaksanakan (Why)
  3. Di manakah hal tersebut dilaksanakan (Where)
  4. Kapan hal tersebut dilaksanakan (When)
  5. Siapa yang akan melaksanakan (Who)
  6. Bagaimana hal tersebut akan dilaksanakan (How)

Perencanaan ditinjau dari bentuknya
Suatu perencanaan yg baik perlu memiliki sifat-sifat, sbb
  1. Rasional
  2. Fleksibel
  3. Kontinu
Ada enam langkah dalam proses perencanaan, yaitu :

  1. Mengumpulkan fakta dan informasi yg berkaitan dgn situasi dan kondisi yang ada.
  2. Menganalisis situasi dan masalah yang terlibat.
  3. Memperkirakan perkembangan yg akan terjadi.
  4. Menetapkan tujuan dan hasil.
  5. Mengembangkan alternatif sebagai arah tindakan & memilih alternatif yg paling sesuai.
  6. Mengevaluasi kemajuan.
Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian meliputi langkah-langkah untuk :
  1. Menentukan struktur.
  2. Menentukan pekerjaan yg harus dilaksanakan.
  3. Memilih, menempatkan dan melatih karyawan.
  4. Merumuskan garis kebijakan.
  5. Membentuk sejumlah hubungan di dalam organisasi dan kemudian menunjuk stafnya.
Ada tiga hubungan dasar dalam pengorganisasian, yaitu :
  1. Tanggung Jawab.
  2. Wewenang.
  3. Pertanggungjawaban.


Pengarahan
Pengarahan dapat diartikan sbg aspek hub manusiawi dalam kepemimpinan yg mengikat bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan pikiran dan tenaganya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yg telah ditetapkan.

Menurut Downey dan Erickson (1992), pengarahan bertujuan untuk :
  1. Menentukan kewajiban dan tanggung jawab
  2. Menetapkan hasil yang harus dicapai.
  3. Mendelegasikan wewenang yang diperlukan.
  4. Menciptakan hasrat untuk berhasil
  5. Mengawasi agar pekerjaan benar-benar dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Fungsi pengarahan dapat juga diartikan secara lebih luas, yaitu sebagai tugas untuk membuat organisasi tetap hidup, untuk menciptakan kondisi yg menumbuhkan minat kerja, kekuatan untuk bertindak, pemikiran yg imajinatif dan kelompok kerja yg berkelanjutan.

Kepemimpinan pada dasarnya ada 3 gaya, yaitu sbb.
  1. Kepemimpinan yang otoriter
  2. Kepemimpinan yang kebebasan
  3. Kepemimpinan yang demokratis.
Pengoordinasian
Dalam suatu organisasi sering terjadi tujuan masing-masing anggota berbeda satu sama lain, padahal organisasi disusun untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu berbagai pendapat perlu dipadukan dalam suatu tindakan koordinasi.
Koordinasi merupakan daya upaya untuk mensinkronkan dan menyatukan tindakan-tindakan sekelompok manusia.

Pengawasan (Controlling)
Pengawasan digunakan untuk mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
Pelaksanaan Pengawasan meliputi kegiatan :
  1. Menentukan standar
  2. Mengukur dan membandingkan hasil kerja terhadap standar.
  3. Memperbaiki penyimpangan, jika ada.
Prinsip-Prinsip Manajemen
  1. Pembagian Kerja (Division of Work)
  2. Kekuasaan/Wewenang dan Tanggung jawab.
  3. Disiplin
  4. Kesatuan Perintah (Unity of Command)
  5. Kesatuan Arah (Unity of Direction)
  6. Kepentingan Individu di Bawah Kepentingan Bersama
  7. Pembayaran Upah yang Adil
  8. Pemusatan (centralization)
  9. Batas Kekuasaan (Line of Authority)
  10. Tata tertib
  11. Keadilan.
  12. Inisiatif
  13. Jiwa Kesatuan (Esprit de Corps)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar